A Hundred Years

my story, before I reach the age of one hundred years.

Benang Ujung-Ujung Doa

Another cry.

Malam ini datang lagi orang asing lain -seorang wanita- yang diikuti oleh serombongan sanak saudara yang menangisinya. Kecelakaan, katanya. Mobil dan motor. Dan cukup parah. Mulut mereka komat-kamit berdoa memohon keselamatan bagi satu orang tersayang yang sedang berjuang di dalam sana. Dan aku, hanya bisa ikut mengamini diam-diam.

Sudah seminggu aku berada disini, menunggui ibuku yang jantungnya meminta rehat, kelelahan menjajari semangatnya yang menyala-nyala setiap hari. Ibu masuk di ruang itu, mereka menyebutnya ICU. Ruang yang biasa menjadi persinggahan antara sadar dan tidak. Tempat perjuangan nyawa.
Ibuku beruntung karena dia masih lebih kuat dibanding teman di ranjang-ranjang sekitarnya. Dalam sadarnya, kulihat mulutnya tak putus-putus melepas doa. Termasuk doa bagi pertemanan singkat yang datang dan pergi setiap harinya. Seperti biasa, dia memang Si Wanita Tangguh yang tak pernah menunjukkan rasa takutnya.

Lucu, malah aku yang gentar. Malam-malam seperti inilah justru biasanya aku terjaga, dibangunkan aura magis yang dibuat oleh penghuninya yang berlalu lalang.
Oleh tangisan, dalam berbagai bentuk. Ada tangis kepedihan, tangisan lirih, tangis kehilangan, atau seperti malam ini, tangis ketakutan sekaligus penuh harap. Tangisan yang membuatku sadar, bahwa inilah jarak terdekatku dengan kehilangan di titik penghujung. Dalam jarak pandangan mata.

Seberapapun kau siapkan diri, rasa sayang akan selalu mengikatmu dengan rasa takut akan kehilangan. Membuatmu goyah. Membuatmu ingin menjaga baik-baik apa yang masih tersisa. Menjaga setiap harapan.

Untuk itu, malam ini aku berdoa. Berharap akan terkait dengan ujung-ujung doa yang sudah terlontar sebelumnya. Untuk mereka yang kehilangan. Untuk mereka yang masih berjuang demi orang-orang terkasihnya. Juga Wanita Tangguhku yang tak kenal gentar di dalam sana, untuk keselamatannya.

Kita akan pergi dari sini segera, dengan langkah gembira seperti sediakala. Bersama-sama 🙂

21 Mei 2012,
RS Pelni Petamburan Jakarta

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: