A Hundred Years

my story, before I reach the age of one hundred years.

Kamu. Yang Kubenci.

Kepada Kamu, yang kini tak berhenti berlari-lari dalam otakku

Kawanku bilang, cinta itu irasional. Mau tak mau aku terpaksa setuju dengan kata-kata itu. Kata-kata yang menjadi penjelasan mengapa aku tak bisa menjelaskan setiap tindakanku saat ini, jika hal itu berkaitan denganmu

Aku tak bisa jelaskan, bagaimana otakku terus berkata untuk menjauh darimu, tapi kakiku selalu melangkah menuju tempatmu.  Disana. Tempatmu menunggu diriku.

Bagaimana suara-suara kecil di kepala memintaku untuk menjaga sikap. Meminta berhenti menunjukkan isi hatiku. Namun disaat bersamaan, kau malah kutarik untuk melihat utuh. Dalam-dalam meraih rasa yang telah kututup dalam jutaan tahun penantian, untuk menemukan kesempurnaanmu.

Aku benci menyadari bahwa hatiku telah berkhianat. Berkhianat pada otakku, yang terus meminta untuk tak menggubris dirimu. Seluruh pikatmu. Maka hati malah mendominasi imajinasiku. Penuhi kepalaku dengan bayangan penuh akan dirimu. Tak ada tempat untuk berkata tidak pada kehadiranmu.

Bagaimana bisa? Kau begitu mudah meruntuhkan tiap dinding yang sudah kubangun hanya dalam kejapan mata?

Aku tak mengerti bagaimana Semesta telah mewujudkan setiap inci harapanku, dengan begitu sempurna. Dalam wujudmu, dan dalam hadirmu.

Aku tak mengerti apakah ini cinta, atau kebencian dalam-dalam yang tak bisa kukendalikan. Begitu bencinya karena Kau telah melemahkan Aku yang tak pernah kalah.

Kemenanganku telah terkubur, jatuh ke bawah kakimu.

Dan berat hati terpaksa kuakui, Kamu telah mengalahkan Aku.

Aku membencimu. Aku membenci Kamu yang membuatku jatuh hati. Lebih benci lagi karena kau tak membiarkanku jatuh hati sendiri, malah menemaniku dalam kegilaan ini. Menciptakan dunia kita sendiri, yang tak kasat mata. Dunia gaib yang hanya ada dalam angan dan pikiran kita. Cuma ada Aku dan Kau disana

Jadi lengkaplah sudah. Kau orang tergila yang paling Aku benci. Yang membawa lari hatiku tanpa tersisa lagi

—————————————————————————————————

Hey Kamu! Tetaplah dalam kegilaan ini bersamaku. Hingga ujung waktu.

=)

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: