A Hundred Years

my story, before I reach the age of one hundred years.

Archive for the month “June, 2011”

Lost

Apa yang paling menyesakkan dari rasa kehilangan?

Kenyataan, bahwa hal yang hilang itu pernah menjadi milik kita

Satu hal lucu yang selalu terjadi ketika kita menyendiri adalah, sesungguhnya kita tetap berada di tengah keramaian yang tak terhindarkan: Kenangan. Berterima kasihlah pada otak yang tak pernah berhenti berpikir, mengulang semua kejadian dalam hidup, mendatangkan semua hal yang pernah mengisi kehidupan kita. Mengingatkan akan semua hal yang pernah ada dalam genggaman.

Disinilah, ketika kita menyendiri, rasa kehilangan itu akan menyergap datang. Menjadi kawan yang tidak diinginkan, dan ingin kita enyahkan. Padahal kita sendiri yang memanggil rasa kehilangan itu, dengan semua campur tangan kita.

Hilang selalu berawal dari Ada. Ketika kita memilikinya, apapun itu.

Dan memiliki, tidak pernah menjadi sesuatu yang sederhana.

Bicaralah tentang memiliki, dan kenangan akan membawamu pada satu titik pertemuan: Awal. Dari segalanya.

Kita membicarakan tentang lahirnya sebuah niat, dengan berbagai tujuan. Niat yang kemudian membawa kita pada perjalanan. Sebuah proses. Dengan setiap halangan dan rintangannya. Dengan setiap perhentian ketika kita merasa lelah, dan bangkit kembali setelah kita merasa kuat. Kita meneruskan semua perjalanan, untuk mendatanginya. Mencapai keinginan. Memeluk impian.

Memilikinya. Dalam wujud. Ada, dalam genggaman kita.

Bukankah sudah kukatakan, bahwa memiliki tidaklah pernah sederhana?

Lalu bagaimana sesuatu bisa lepas dari genggaman kita?

Karena kita tidak mampu? Atau tidak pantas?

Karena kita salah? Atau lemah?

Atau karena hal tersebut bukanlah hak kita?

Namun jika jawaban semua tanya tersebut adalah iya, kenapa kita pernah mendapatkannya?

Sungguh, aku ingin menyepi dalam kesendirian yang sesungguhnya. Tanpa sergapan kenangan. Tanpa rasa kehilangan.

Aku hanya ingin sendiri, tanpa merasa kesepian…

Advertisements

Post Navigation