A Hundred Years

my story, before I reach the age of one hundred years.

Membagi Satu

Sampai detik ini, aku masih tidak bisa menemukan kata-kata untuk bicara. Apa yang sudah kulewati, bagaimana setiap hariku membentuk pola-pola yang tergambar menjadi sesuatu yang begitu jelas, sekaligus tak nampak.

Apa yang akan muncul di depan, kita tak akan pernah tahu.

Yang aku tahu hanya bergerak. Kadang melihat ke belakang. Kadang terdiam sesaat menerima tanpa daya, karena menyesal bukanlah pilihan.

Kadang aku mengingat Kau, Mereka, dan Aku yang dahulu. Semua yang dahulu berarak, kini seperti helai-helai bulu yang terlepas dari sayap. Kita semua akan jatuh dan menginjak bumi yang sama. Meski tetap ada tanya: masih utuhkah setiap helai-helai bulu yang terlepas ketika menyentuh tanah?

Masih utuhkah diri kita di ujung perjalanan kelak?

Entah bagaimana aku akan menjawabnya saat itu. Bukan pada siapa-siapa, tapi hanya kepada diriku. Pada Aku yang menanti diujung perjalanan. Pada Aku yang menanti dalam cemas dan penuh harap. Menanti bayangannya yang semakin memendek, mendekati ujung cahaya sebelum redup.

aku butuh waktu.

Namun satu yang luput dari sadarku

waktu tak pernah membutuhkan aku

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: